LAHAT, LS – Pagi yang cerah di Desa Rindu Hati terasa berbeda. Di sudut pelataran desa, terdengar deru mesin pembersih bertekanan tinggi menggema. Tampak seorang pria paruh baya mengenakan kaos abu-abu santai, celana pendek kargo, lengkap dengan topi khasnya. Tangan kirinya memegang lap kain, sementara tangan kanannya dengan sigap mengarahkan semprotan air ke sela-sela bak truk armada Koperasi Desa Merah Putih.
Siapa sangka, sosok sederhana yang tak ragu basah-basahan itu adalah Rois Manto, Kepala Desa Rindu Hati. Bagi warga setempat, pemandangan seperti ini bukanlah hal yang aneh. Sosok Rois Manto memang dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat, bijaksana, sekaligus berjiwa muda ("gaul"). Ia bukan tipe pejabat desa yang hanya duduk manis di balik meja kerja atau sekadar memberi perintah dari balik baju dinas.
Pemimpin Gaul yang Menginspirasi
Gaya kepemimpinannya yang santai namun tegas membuat Rois Manto mudah berbaur dengan berbagai kalangan, mulai dari pemuda hingga sesepuh desa. Sikapnya yang humoris dan terbuka menjadikan sosoknya tidak berjarak dengan warga. Setiap kali berpapasan, sapaan hangat dan tawa renyah selalu meluncur dari dirinya.
Namun di balik gayanya yang santai, terdapat dedikasi luar biasa terhadap kemajuan Desa Rindu Hati. Bagi Rois Manto, setiap aset yang dimiliki oleh desa—termasuk truk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih—adalah amanah milik rakyat yang harus dijaga dan dirawat sebaik-baiknya.
Truk ini dibeli dari hasil kerja keras dan untuk kepentingan warga desa. Kalau kita yang memimpin saja malas merawatnya, bagaimana kita bisa mengajak warga untuk sama-sama menjaga fasilitas bersama?" ujar Rois Manto di sela-sela aktivitasnya membersihkan truk.
Aksi Nyata untuk Masyarakat
Kehadiran armada truk Koperasi Desa Merah Putih sendiri merupakan salah satu langkah nyata keberpihakan Rois Manto pada perekonomian warga. Truk ini difungsikan untuk membantu mobilitas hasil pertanian, distribusi kebutuhan pokok, serta kegiatan sosial masyarakat Desa Rindu Hati.
Dengan merawat sendiri kendaraan operasional tersebut, Rois ingin memberikan teladan langsung mengenai rasa memiliki (sense of belonging). Ia percaya bahwa kebersihan dan kesiapan armada akan menunjang pelayanan yang maksimal bagi warga yang membutuhkan.
Aksi teladan sang kades pun mendapat apresiasi hangat dari warga sekitar. Banyak yang mengaku bangga memiliki sosok pemimpin yang rendah hati, bijaksana, dan tidak canggung bekerja kasar demi kepentingan bersama.
Di tangan pemimpin yang berbuat dengan hati seperti Rois Manto, Desa Rindu Hati tidak hanya berkembang secara infrastruktur, tetapi juga tumbuh dengan rasa kebersamaan yang kuat antara masyarakat dan pemimpinnya.
Sementara itu, Camat Gumay Ulu, Jemmi Saputra, S.STP., M.M, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian pemerintah pusat melalui penyaluran bantuan kendaraan operasional dari Koperasi Merah Putih tersebut. Pihaknya berharap kehadiran armada pendukung ini dapat memacu roda perekonomian dan mempermudah konektivitas logistik hasil pertanian warga.
"Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada pemerintah pusat. Bantuan ini merupakan langkah nyata dalam mendorong mobilitas dan efisiensi perekonomian warga di Desa Rindu Hati. Kami berharap fasilitas ini dapat dimaksimalkan untuk kepentingan masyarakat banyak, menjaga amanah ini dengan baik, serta memicu pertumbuhan koperasi-koperasi lain di wilayah Kecamatan Gumay Ulu agar semakin mandiri dan maju," harapnya. (Rizky Akbar)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar