Antisipasi Radikalisme dan Aliran Sesat, Polres Prabumulih Perkuat Koordinasi dengan Tokoh Agama

 

PRABUMULIH – Dalam rangka memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan kerukunan masyarakat, Kapolres Prabumulih AKBP Gunarto, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil., menghadiri kegiatan silaturahmi bersama tokoh agama dan organisasi masyarakat (Ormas) Islam Kota Prabumulih sekaligus rapat koordinasi dalam rangka mengantisipasi bahaya radikalisme dan aliran sesat, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB tersebut digelar di Aula Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Prabumulih, Jalan Lingkar Timur, Kompleks Islamic Center, Kelurahan Gunung Ibul Timur, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh agama serta berbagai Ormas Islam.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Prabumulih didampingi Kasat Intelkam Polres Prabumulih IPTU Kiki H. Kiswanto, S.Sos., Kapolsek Prabumulih Timur IPTU Ulta Deanto, S.H., M.H., personel Satintelkam dan Polsek Prabumulih Timur, serta sejumlah siswa S2 PTIK Lemdiklat Polri dan siswa Setukpa Lemdiklat Polri.

Turut hadir mewakili Pemerintah Kota Prabumulih, Asisten III Drs. Amilton, perwakilan Kesbangpol Kota Prabumulih Joni Panhar, S.T., M.M., Ketua MUI Kota Prabumulih Dr. Drs. H. Muhammad Amin, M.M., Ketua FKUB Kota Prabumulih H. Subali, serta perwakilan Dewan Masjid Indonesia (DMI), Ikatan Da'i Indonesia (IKADI), LDII, BKPRMI, LDNU, KAHMI dan peserta rapat koordinasi dari MUI kecamatan se-Kota Prabumulih yang berjumlah sekitar 30 orang.

Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan ayat suci Al-Qur'an. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua MUI Kota Prabumulih, sambutan Pemerintah Kota Prabumulih yang disampaikan Asisten III, paparan Kapolres Prabumulih, paparan Kesbangpol, sesi tanya jawab, diskusi panel, hingga doa penutup.

Ketua MUI Kota Prabumulih Dr. Drs. H. Muhammad Amin, M.M., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat penting dalam meningkatkan pengetahuan dan wawasan bersama, khususnya dalam menghadapi berbagai potensi paham yang dapat mengganggu kerukunan masyarakat.

Menurutnya, Ormas Islam memiliki peran strategis dalam menjaga umat, memelihara kerukunan serta bersama-sama mengantisipasi berkembangnya paham yang dapat merusak kehidupan bermasyarakat. Ia juga mengajak seluruh pihak agar setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat diselesaikan melalui dialog dan musyawarah dengan mengedepankan nilai-nilai agama serta persatuan.

Sementara itu, Asisten III Pemerintah Kota Prabumulih Drs. Amilton menyampaikan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, koordinasi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama dan Ormas Islam merupakan bagian penting dalam menciptakan situasi Kota Prabumulih yang aman, damai dan kondusif.

Dalam paparannya, Kapolres Prabumulih AKBP Gunarto menyoroti perkembangan radikalisme yang saat ini tidak hanya berlangsung secara langsung di ruang publik, tetapi juga telah bergeser ke ruang digital, khususnya melalui media sosial. Pergeseran pola tersebut menjadi tantangan bersama karena penyebaran paham radikal dapat dilakukan secara cepat dan menjangkau masyarakat dalam jumlah besar.

Kapolres menjelaskan bahwa kerentanan ruang digital salah satunya disebabkan oleh adanya kesenjangan narasi keagamaan di linimasa. Kondisi tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan propaganda, membangun narasi eksklusif hingga melakukan perekrutan dan indoktrinasi secara tersembunyi.

Generasi muda menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapatkan perhatian serius. Anak-anak dan remaja, khususnya pada rentang usia 11 hingga 18 tahun, dinilai perlu mendapatkan pendampingan dan penguatan literasi digital agar mampu mengenali serta menyaring informasi yang diterima melalui media sosial.

Dalam paparannya, Kapolres juga mengingatkan sejumlah indikasi konten yang perlu diwaspadai, antara lain narasi eksklusif, propaganda terselubung, ujaran kebencian, hoaks keagamaan, provokasi kekerasan hingga pola rekrutmen secara senyap. Karena itu, diperlukan sinergi seluruh elemen masyarakat dalam melakukan pencegahan dan deteksi dini.

Kapolres menekankan pentingnya penguatan literasi digital dan moderasi beragama sebagai bagian dari upaya pencegahan. Keluarga disebut sebagai garis pertahanan pertama dalam memberikan pemahaman kepada anak, sementara tokoh agama dan tokoh masyarakat memiliki peranan strategis dalam memberikan edukasi serta membangun pemahaman keagamaan yang damai dan toleran.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk memahami prosedur deteksi dan pelaporan apabila menemukan indikasi penyebaran paham radikal, propaganda kekerasan maupun konten yang berpotensi mengganggu keamanan dan kerukunan. Upaya pencegahan tersebut perlu dilakukan secara bersama-sama dengan tetap mengedepankan pendekatan persuasif, edukatif dan sesuai ketentuan hukum.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan Kesbangpol Kota Prabumulih memaparkan strategi dalam mengantisipasi radikalisme dan aliran sesat, mulai dari mengenali ciri-ciri serta indikator yang perlu diwaspadai hingga memahami konsekuensi sosial, ekonomi dan politik yang dapat ditimbulkan terhadap masyarakat dan pembangunan daerah.

Kesbangpol juga menekankan pentingnya membangun kewaspadaan sejak dini melalui forum pemetaan dan koordinasi, sehingga potensi ancaman dapat diketahui dan ditangani secara tepat. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dengan semangat bersama menjaga dan melindungi Kota Prabumulih.

Melalui kegiatan silaturahmi dan rapat koordinasi tersebut, Polres Prabumulih bersama pemerintah daerah, MUI, FKUB, Ormas Islam, tokoh agama dan masyarakat berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam menjaga persatuan serta mencegah berkembangnya radikalisme dan aliran yang menyimpang di tengah masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan doa dan berakhir sekitar pukul 12.30 WIB. Seluruh rangkaian silaturahmi dan rapat koordinasi berlangsung dengan tertib, aman dan kondusif.

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar